Dari acara buka bersama mantan pegiat pers mahasiswa UGM
Ini kali ketiga, eksponen pegiat pers mahasiswa UGM buka bersama. Sudah tiga kali berturut-turut mantan pegiat pers mahasiswa UGM menyelenggarakan forum silaturahmi di Flora Café Pancoran Jakarta Selatan. Tahun 2004, 2005 dan 2007. Tahun 2006 tidak diselenggarakan karena banyak sebab.
Dari ketiga event itu, hampir semua menyedot banyak peserta. Rata-rata empat puluh orang dipastikan hadir. Apalagi biasanya acara ini dibungkus dengan tidak sekedar pertemuan mantan pegiat pers mahasiswa saja, tapi juga aktivis mahasiswa UGM.
Misalnya saja untuk acara terakhir tanggal 3 Oktober 2007 kemarin, selain pegiat pers mahasiswa turut datang misalnya mantan ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Budiman Sujatmiko yang kini aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PRD). –Tahun 2005 juga hadir Andi Arief–. Kemudian juga hadir Ridaya La Ode Ngkowe, Presiden Mahasiswa UGM, yang menjabat saat keruntuhan orde baru 1998.
Kali ini Sunarto dipercaya jadi ketua panitia. Mungkin karena posisi ketua panitia yang merupakan generasi pertengahan, sehingga banyak yang hadir dari berbagai generasi. Tercatat tiga pendiri Majalah Balairung; Abdul Hammid Dipopramono, M Thoriq dan Muhammad Alfaris bisa hadir. Ini kali pertama mereka hadir bersama dalam satu forum.
Mantan pegiat pers mahasiswa fakultas juga lumayan banyak yang hadir. Misalnya Nurcholis dari majalah Mahkamah, Zul Amrozi dari majalah jurusan Asia Barat, beberapa mantan pegiat majalah Pijar fakultas Filsafat, Sintesa Fisip, dan beberapa media tingkat fakultas.
Dari yang hadir di acara kali ini juga banyak muncul muka baru. Meski banyak muka lama yang dulu rajin hadir sekarang justru tidak hadir. Selain itu mereka yang hadir kebanyakan juga adalah para alumni yang telah sukses meniti karir. Misalnya saja ada Ahmad Jauhar, pemimpin redaksi Bisnis
Kebanyakan mereka tetap ada yang bekerja di bidang pers. Namun juga tidak sedikit yang bekerja di luar pers.
Beberapa yang menarik dicatat dari kehadiran mereka adalah munculnya Khorul Rosyadi, yang bekerja sebagai dosen Universitas Trunojoyo Madura yang sedang kursus bahasa Rusia di Jakarta. Ia akan segera menempuh pendidikan doktor di Saint-Petersburg State University . Juga kehadiran Muhammad Alfaris. Tokoh legenda pers mahasiswa Indonesia .

Dalam acara ini, panitia menunjuk Putut yang mengaku bukan pegiat pers mahasiswa menjadi moderator. Meski acara telah usai dan dianggap sukses, tetapi masih ada juga beberapa orang yang menyatakan menyesal tidak dating di acara tersebut. Misalnya saja ada pesan singkat yang masuk dari Sholihah yang kini bekerja di Bank
Melihat dari banyak dan beragamnya yang hadir pada acara buka bersama kali ini, sepertinya sesuai dengan pepatah, bahwa panitia seperti ngumpulke balung pisah di Pancoran
Laporan: Abid
Foto: Maksum









