6th Jun, 2007

Penulis Buku Singgah di B21

buku imamMantan anak B21 menulis buku! Wah itu mah biasa, memang kerjaan tiap harinya nulis.Ya begitulah kata banyak orang ketika disodorkan fakta bahwa banyak mantan anak B21 pada nulis buku. Jadi wajar kalau mereka bisa menulis buku dan menjadikan profesi menulis untuk sumber mata pencaharian.

Tapi sabar dulu. Buku macam apa? Toh, ternyata tidak banyak mantan pegiat pers mahasiswa UGM itu tetap terjun di dunia tulis-menulis. Apalagi yang istikomah tetap di jalur wartawan atau media massa. Memang ada beberapa yang tetap jadi wartawan, tapi prosentasenya tidak banyak.

Ada kenyataan menarik ketika kita menelusuri sisi lain jalur kepenulisan itu. Masih ada sedikit dari mereka yang menekuni menulis buku. Ya kita tidak mendata siapa alumni B21 yang jadi wartawan. Tetapi inilah para penulis buku yang singgah di B21. Memang bukan alumni B21 yang menulis buku. Karena apakah “bakat” kepenulisan mereka di sebabkan oleh B21?, di mailing list ngangkring soal ini masih diperdebatkan. Jadi lebih enak kalau kita mengatakan bahwa para penulis buku itu kebetulan ramai-ramai “mampir” di B21, dan bukan B21 yang menghasilkan penulis-penulis handal ini.

Dunia kepenulisan buku, belum lama dikenal anak-anak B21. Mereka mengenal penerbitan buku bersamaan booming penerbitan buku di akhir 90-an. Barangkali Among Kurnia Ebo-lah yang pada pertengahan 90-an sudah mencoba menerbitkan kumpulan makalah menjadi buku dengan judul Teknik Menulis di Media Masa. Buku itu habis terjual tanpa dicetak ulang. Ebo sendiri pernah kuliah di Sastra Indonesia, dan terlibat di bagian perusahaan majalah Balairung. Jenis buku yang praktis yang lain adalah buku anyar karya drg Ika Dewiana. Buku berjudul Tuntutlah Ilmu Sampai ke Nippon ini diterbitkan oleh I-Boekoe (Indonesia Buku). Mbak Ika ini sekarang jadi dosen di FKG UGM. Dulu pernah jadi staf redaksi majalah Balairung.

Lain lagi dengan seorang dosen jurusan komunikasi, Ana Nadya Abrar telah menerbitkan buku sejak lama. Kira-kira sejak awal dia jadi dosen. Buku karyanya sudah banyak, diantaranya Jurnalisme Lingkungan Hidup dan Manajemen Pers Mahasiswa. Tak heran kalau kemudian, mantan staf redaksi majalah Balairung ini jadi staf di Gama Press.

Kalau kita sempat berkunjung ke ke toko gramedia, mungkin anda akan menemukan leaflet tentang program Personal Breakthrough with firewalking. Salah satu instrukturnya adalah Antony Dio Martin. Alumnus psikologi UGM, yang juga pernah jadi ketua litbang majalah Balairung ini telah menulis buku berjudul: Emotional Quality Management & Smart Emotion. Makanya tak heran jika ia juga menjadi Host program Smart Emotion di Radio Smart FM.

buku didikBila Anda berjalan-jalan ke kantor Bappenas, mungkin Anda bisa ketemu sosok kecil yang bernama Didik Darmanto. Kita tidak mengira kalau mantan wartawan tabloid Bisnis Uang ini pernah menerbitkan buku Kalau Mau Kaya Ngapain Takut Ngutang. Buku ini diterbitkan oleh Bornrich Publishing, pada Juni 2006. Alumnus Sosiologi UGM ini dulu sempat jadi staf redaksi Bulaksumur Pos. Sekarang ia jadi PNS di direktorat kebudayaan Bappenas.

Tren menulis buku praktis tidak hanya berhenti pada Didik. Agoeng Widyatmoko mantan wartawan Warta Bisnis juga terjun menulis buku-buku praktis. Menurut pengakuannya lewat SMS, hingga saat ini ada 5 buku yang sudah ditulisnya. Antara lain: Cara Jitu Mendapat Kredit Bank: Panduan UKM, 100 Peluang Usaha untuk Anak Muda, Peluang Usaha untuk Ibu Rumah Tangga, dan Peluang Usaha untuk Pensiunan. Kesuksesan mereka seakan mengulang pendahulunya, yaitu Jaka E Cahyono, yang pernah menulis buku Menjadi Manajer Investasi Bagi Diri Sendiri yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo.

mallaPenulis buku yang pernah singgah di B21 tak selamanya menulis buku serius. Misalnya saja Ade Kumalasari yang pernah mengenyam pendidikan di jurusan kimia FMIPA UGM ini ternyata telah menulis dua buah novel. Novel pertama perempuan yang punya nama pena cikelin ini adalah I’m Somebody else. Tak lama kemudian ia juga nerbitin novel berjudul Dengerin dong Troy. Saat ini ia menemani suaminya yang sama-sama pernah aktif di SKM Bulaksumur ini di Australia. Suaminya sedang menempuh pendidikan master. Tidak tahu, apakah dia masih bisa mendapat kesempatan menulis novel di sana atau tidak. Bersamaan dengan Ade Kumalasari merilis novelnya, ternyata Endah SR yang mantan staf produksi Bulaksumur Pos juga menerbitkan novel berjudul Puzlle. Novel ini diterbitkan oleh Grasindo.buku malla

Beda lagi dengan Tria Ayu, alumnus fakultas hukum UGM ini sukses dengan menulis buku cerita untuk anak. Contohnya buku berjudul Setegar Kupu-Kupu Tak Bersayap yang diterbitkan oleh penerbit Gema Insani Press pada Juli 2006. Apa yang dilakukan Ayu juga tak beda dengan suaminya, yaitu Imam Risdiyanto. Alumnus Sastra Indonesia ini telah merilis beberapa novel, diantaranya Apel Merah untuk Mak, Gadis Plastik, Makhluk Gerbang Sekolah, Kampung Cahaya, dan Clara.

Lain lagi dengan Eriyanto. Pria asal Gresik ini sejak SLTA rajin melakukan penelitian. Maka menjelang lulus dari jurusan komunikasi, ia berhasil menerbitkan buku berjudul Metodologi Polling; Memberdayakan Suara rakyat. Buku ini cukup legendaris di kepustakaan bidang riset. Setelah itu Eriyanto mengeluarkan buku lainnya, berturut-turut: Analisis Wacana (2001), Analisis Framing (2002) dan Teknik Sampling (2005), serta Kekuasaan Otoriter: Studi Pidato Politik Soeharto yang merupakan skripsinya yang dibukukan.

Selanjutnya trend membukukan skripsi berlanjut saat Nutze-Nuswantoro menerbitkan skripsnya dengan judul Daniel Bell; Matinya Ideologi yang diterbitkan oleh Indonesiatera Magelang tahun 2001. Apa yang dilakukan oleh mantan staf redaksi majalah pijar Filsafat ini disusul oleh Kurniawan yang mengangkat skripsinya menjadi buku dengan judul Semiologi Roland Barthes. Bahkan skripsi Kurniawan ini juga diterbitkan oleh Indonesiatera. Dua orang lulusan filsafat ini terus disusul Hary Prabowo. Skripnya juga dibukukan dengan judul Perspektif Marxisme; Tan Malaka: Teori dan Praksis Menuju Republik.

Proses penulisan buku dari rangkaian riset yang panjang dilakukan oleh Antariksa. Mantan pemimpin umum SKM Bulaksumur ini, selepas dari jabatan itu langsung melakukan kerja-kerja riset. Salah satu riset seriusnya adalah buku berjudul Tuan Tanah Kawin Muda (Hubungan Seni Rupa – LEKRA) 1950-1965. Buku ini diterbitkan Yayasan Seni Cemeti pada Mei 2005.

Ada lagi nama Yuswohady. Alumnus teknik mesin ini sejak awal sangat suka dengan soal-soal marketing. Di sebuah lembaga konsultan ia menjadi leader untuk berbagai riset pemasaran. Ia juga telah menerbitkan buku berjudul 4G Marketing, serta beberapa buku yang ditulis bersama orang lain.

ekaSatu lagi lulusan filsafat yang berprestasi di dunia kepenulisan buku adalah Eka Kurniawan. Ia kini jadi sastrawan muda berbakat. Ia sering menyabet penghargaan untuk karya-karyanya. Mantan staf artistik majalah Balairung ini telah melahirkan beberapa buku sastra diantaranya:

Cantik itu Luka (2002), Lelaki Harimau (2004), Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (2005) dan Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya (2005), serta buku yang diangkat dari skripsinya berjudul Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis. Selanjutnya Ugoran Prasad juga menghasilkan karya berjudul Etalase. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Grasindo pada tahun 2003.buku eka

Satu lagi yang agak berbeda adalah apa yang dilakukan oleh Bimo Nugroho. Anggota Komisi Penyiaran Indonesia ini sejak mahasiswa banyak menulis di surat kabar. Dari hasil mengumpulkan berbagai tulisan ini, ia membuat buku berjudul Dead Media Society. Buku ini diterbitkan sendiri dibawah bendera Medialink.

Diantara sekian banyak alumni pegiat pers mahasiswa UGM, ada satu orang yang perhatiannya begitu besar dengan dunia internet. Ia adalah Yayan Sopyan. Alumnus fakultas filsafat ini sangat menaruh perhatian kepada proses kreatif anak muda. Melalui lembaga yang dikelola, dia memberi pelatihan menulis bagi anak-anak muda. Dari tangannya telah berhasil terbit karya-karya. Diantaranya adalah: Romansa Cyber, Panduan Tracking, Mengomposisi Musik Dengan Komputer, Cara Cerdik Mencari Informasi di Internet, Mengenal dan Mengoptimalkan Google, Gaul Ala Friendster untuk Pemula, dan Foto Indah dan Artistik Dengan Rekayasa Photoshop.

buku eka1Demikianlah beberapa fakta tentang buku dan semangat kepenulisan orang-orang yang pernah berkiprah di B21 dan pers mahasiswa UGM. Sekali lagi, belum tentu prestasi kepenulisan mereka disebabkan oleh proses persinggungannya dengan komunitas B21 dan pers mahasiswa UGM. Tetapi tepatnya, orang-orang berprestasi dalam kepenulisan buku ini kebetulan pernah berproses bersama di komunitas B21.

Bila tradisi literer kita sepakati sebagai cermin masyarakat dengan kebijaksanaan yang tinggi,maka sebenarnya apa yang diutarakan diatas tentu bukan proses yang main-main. Oke siapa yang akan terus melestarikan kebiasaan ini? Kebiasaan yang kita coba paksakan agar ada ketersinggungan sebab akibat antara semangat kepenulisan buku, komunitas B21 dan orang-orang berprestasi itu. Kami yakin masih banyak alumni b21 dan pers mahasiswa UGM yang menulis buku dan tidak banyak diketahui rekan-rekan anggota komunitas ini. Keterbatasan informasi yang diperoleh redaksi tentu jadi penyebab tidak lengkapnya informasi ini.

Responses

wah bagi-bagi dong bukunya…

Hmmm, Kang Abid sendiri ndak ditulis pernah menulis buku ya. Tapi judulnya apa, aku lupa je. BTW, ini digarap sorangan ya web-nya?? Atau gimana cara memberi sumbangan tulisan neh??

mas abid, ada info tambahan. Mahfud Ikhwan menulis Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Ibtidaiyah Kelas 3, 4, 5, 6. Juga beberapa buku Akidah Akhlak dan Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD dan MI. Semuanya diterbitkan oleh Insan Madani Islamic Publisher.

April 2008, insyaayllah, terbit buku2 Insan Madani yg lain produk tangan dingin anak2 B21:

Maesita Maharani
Hasan Bachtiar
Tarli Nugroho
N.B. Baskoro
Indi Aunullah
Irfan Afifie
Indarti Yuni Astuti
Rusman Nurjaman
Ryan Sugiarto
Agus Rois
Setyabhakti Bela Nagari
Nufudlurrofi
dan………… yang paling spektakuler adalah………
Insinyur Kelik Supriyanto.

Tunggu saja, dan doakan semuanya sukses. Syukur sambil ikut ngoprak2 biar gak telat deadline hehehe

Hai…apa ada yang tahu kabar Hary Prabowo…dimanakah dia sekarang?

Bunek di terbitin aja ;)

Buneg diterbitin? Hehe… mau sih, tapi selain anak b21 bakal ada yang tertarik gak ya?

Apakah kamu Desi, istrinya Pius Lustrilanang itukah ? Mampir di B21 ya kalau ke Jogja.

Boleh minta nomor Hp atau email ERIYANTO, kawan saya , kelahiran Gresik . Penting sekali untuk dapat infomya. tks

oy apa novel dr kak ade kumala sari pernah di film kan?!

Leave a response

Your response:

Categories